Selasa, 25 Februari 2014

Teropong Caleg


Pilihlah Aku
Semakin ramai iklan politik meraja, semakin sedikit kita tahu siapa mereka.

Jurus iklan latah menyerang kita, wajah-wajah tak terjamah tanpa isi kepala.

Rakyat selalu dianggap mencari jago, para caleg sukarela bergaya superhero.

 Klise & pemanis politik berhamburan, transaksi instan sibuk mencari jalan.

Ketika caleg tak pernah mengakar, caleg masuk akal jadi sangat sukar.

Akhirnya politik menjadi soal modal, rakyat diajarkan memilih yang terkenal.

Semestinya politisi dipilih karena sudah berbuat, bukan karbitan mendadak.

Tapi masih ada yang serius mau mengabdi dan sungguh-sungguh berniat mewakili.

Jadi mari memilih yang kita anggap benar, bukan yang paling terkenal  atau banyak uang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar