Pilihlah Aku
Jurus iklan latah menyerang kita, wajah-wajah tak
terjamah tanpa isi kepala.
Rakyat selalu dianggap mencari jago, para caleg
sukarela bergaya superhero.
Klise & pemanis politik berhamburan,
transaksi instan sibuk mencari jalan.
Ketika caleg tak pernah mengakar, caleg masuk
akal jadi sangat sukar.
Akhirnya politik menjadi soal modal, rakyat
diajarkan memilih yang terkenal.
Semestinya politisi dipilih karena sudah berbuat, bukan karbitan mendadak.
Tapi masih ada yang serius mau mengabdi dan
sungguh-sungguh berniat mewakili.
Jadi mari memilih yang kita anggap benar, bukan
yang paling terkenal atau banyak uang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar